oleh

Tirta Gangga Jadi Destinasi Terfavorit, Kunjungan Wisata Karangasem Tembus 1,2 Juta pada 2025

-Berita-11 Dilihat
banner 468x60

Sektor pariwisata Kabupaten Karangasem mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan total kunjungan wisatawan mencapai 1.280.969 orang. Angka tersebut terdiri atas 1.029.397 wisatawan mancanegara dan 251.572 wisatawan domestik. Capaian ini menunjukkan stabilitas kunjungan wisata di Karangasem yang secara konsisten berada di kisaran rata-rata 1,2 juta kunjungan per tahun. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut sebagai indikator bahwa Karangasem tetap memiliki daya tarik kuat di tengah dinamika pariwisata Bali yang semakin kompetitif. Stabilnya angka kunjungan juga mencerminkan keberhasilan daerah ini dalam mempertahankan karakter pariwisata berbasis alam, budaya, dan spiritual yang menjadi kekhasan wilayah Bali Timur. Meskipun tidak mengalami lonjakan signifikan seperti beberapa kawasan lain di Bali Selatan, Karangasem dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kunjungan wisatawan dan daya dukung lingkungan.

Dari total 29 destinasi wisata yang dikelola dan tercatat dalam statistik kunjungan, Taman Tirta Gangga menjadi destinasi paling diminati wisatawan sepanjang 2025. Destinasi ikonik yang dikenal dengan kolam air dan lanskap taman klasik ini mencatat kunjungan sebanyak 414.766 wisatawan. Tingginya minat wisatawan terhadap Tirta Gangga dinilai tidak terlepas dari keunikan arsitektur taman air peninggalan Kerajaan Karangasem, suasana sejuk, serta nilai historis dan estetika yang kuat. Selain Tirta Gangga, sejumlah destinasi spiritual dan alam juga mencatat angka kunjungan signifikan. Pura Besakih berada di posisi kedua dengan 207.660 kunjungan, disusul Pura Lempuyang sebanyak 202.402 kunjungan. Destinasi lain yang juga menjadi magnet wisatawan antara lain Bukit Asah dengan 144.121 kunjungan serta Taman Soekasada Ujung yang dikunjungi 129.450 wisatawan. Data tersebut menunjukkan bahwa wisata berbasis alam terbuka dan spiritual masih menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Karangasem.

banner 336x280

Dominasi wisatawan mancanegara dalam struktur kunjungan juga menjadi ciri khas pariwisata Karangasem. Lebih dari 80 persen total kunjungan berasal dari wisatawan asing yang umumnya tertarik pada pengalaman wisata yang lebih tenang, autentik, dan jauh dari hiruk-pikuk kawasan wisata massal. Wisatawan mancanegara cenderung menghabiskan waktu lebih lama untuk menjelajahi destinasi budaya, mengikuti aktivitas spiritual, serta menikmati lanskap alam Bali Timur yang relatif masih alami. Sementara itu, wisatawan domestik umumnya berkunjung pada periode libur panjang dan hari besar keagamaan, dengan pola kunjungan yang lebih singkat. Pemerintah daerah menilai komposisi ini sebagai peluang sekaligus tantangan, mengingat ketergantungan pada pasar internasional perlu diimbangi dengan penguatan pasar domestik agar lebih stabil menghadapi fluktuasi global.

Stabilitas kunjungan wisata sepanjang 2025 juga mencerminkan pendekatan pengelolaan pariwisata yang lebih terukur. Pemerintah Kabupaten Karangasem menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan yang tidak semata mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisata dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Sejumlah langkah strategis terus dilakukan, mulai dari peningkatan fasilitas dasar destinasi, penataan kawasan wisata, hingga pemberdayaan pelaku UMKM dan desa wisata. Destinasi-destinasi unggulan seperti Tirta Gangga dan Taman Soekasada Ujung diarahkan tidak hanya sebagai objek kunjungan, tetapi juga sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya. Di sisi lain, pengelolaan kawasan suci seperti Pura Besakih dan Pura Lempuyang dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian untuk menjaga kesakralan sekaligus kenyamanan pengunjung.

Ke depan, pemerintah daerah berharap tren kunjungan yang stabil ini dapat terus dipertahankan dengan memperluas promosi destinasi-destinasi alternatif di luar lokasi favorit. Dari total 29 destinasi yang tercatat, masih terdapat sejumlah objek wisata dengan potensi besar namun belum tergarap maksimal. Diversifikasi destinasi diharapkan dapat mengurangi tekanan kunjungan di titik-titik populer sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata ke wilayah desa. Dengan Tirta Gangga sebagai destinasi terfavorit dan kunjungan wisata yang konsisten di angka 1,2 juta per tahun, Karangasem dinilai berada pada jalur yang tepat dalam mengembangkan pariwisata yang berimbang antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, Karangasem akan terus menjadi salah satu pilar penting pariwisata Bali di masa mendatang tanpa kehilangan jati diri sebagai kawasan Bali yang kaya nilai sejarah dan spiritual.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *