oleh

PHDI Bangli Tegaskan Nyepi 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Tidak Ada Perubahan Rangkaian Upacara

-Berita-23 Dilihat
banner 468x60

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli menegaskan bahwa pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau Nyepi 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal dan tradisi yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan untuk merespons beredarnya isu di tengah masyarakat mengenai adanya kemungkinan pergeseran waktu pelaksanaan Catur Brata Penyepian. PHDI Bangli memastikan bahwa seluruh rangkaian upacara suci Nyepi akan berjalan sebagaimana mestinya, tanpa perubahan jadwal, baik dari sisi ritual maupun makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Klarifikasi ini dinilai penting agar umat Hindu tidak mengalami kebingungan dalam mempersiapkan rangkaian upacara dan dapat menjalankan perayaan Nyepi dengan tenang serta khusyuk.

PHDI Bangli menyampaikan bahwa Nyepi merupakan hari suci yang penentuan waktunya didasarkan pada perhitungan kalender saka dan wariga yang telah melalui kajian mendalam oleh para sulinggih dan tokoh agama Hindu. Oleh karena itu, jadwal pelaksanaan Nyepi tidak dapat diubah secara sepihak atau berdasarkan asumsi tertentu yang berkembang di masyarakat. PHDI menegaskan bahwa setiap tahapan dalam rangkaian Nyepi memiliki nilai sakral yang saling berkaitan dan harus dijalankan sesuai pakem. Isu pergeseran jadwal yang sempat muncul dikhawatirkan dapat mengganggu kesiapan umat, termasuk dalam pelaksanaan upacara adat di desa-desa, pengaturan kegiatan sosial, serta koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait. Dengan adanya penegasan ini, PHDI Bangli berharap umat Hindu dapat kembali berpegang pada informasi resmi yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

banner 336x280

Adapun rangkaian Hari Raya Nyepi 2026 telah ditetapkan secara jelas. Upacara Melasti akan dilaksanakan tiga hingga empat hari sebelum Nyepi, sebagai bagian dari prosesi penyucian diri dan sarana upakara ke sumber-sumber air suci. Selanjutnya, Tawur Kesanga dan Pengerupukan dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, umat Hindu melaksanakan upacara bhuta yajna sebagai simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan kekuatan niskala, yang dilanjutkan dengan tradisi Pengerupukan pada sore hingga malam hari. Puncak perayaan Nyepi sendiri jatuh pada 19 hingga 20 Maret 2026, di mana umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan. Rangkaian Nyepi kemudian ditutup dengan Ngembak Geni yang dilaksanakan pada 20 Maret 2026, sebagai momentum untuk kembali menjalani aktivitas sosial dan mempererat hubungan antarsesama.

PHDI Bangli menekankan bahwa kepatuhan terhadap jadwal dan tata cara Nyepi merupakan bagian dari upaya menjaga kemurnian ajaran agama dan kelestarian tradisi Hindu Bali. Nyepi tidak hanya dimaknai sebagai hari libur atau pembatasan aktivitas, tetapi sebagai momen refleksi spiritual yang mendalam bagi umat Hindu untuk melakukan penyucian diri, alam, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, konsistensi dalam pelaksanaan rangkaian upacara menjadi hal yang sangat penting. PHDI juga mengimbau seluruh prajuru desa adat, pemangku, dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan informasi yang benar kepada krama desa agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat akar rumput. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan Nyepi berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai toleransi di Bali.

Lebih lanjut, PHDI Bangli mengajak seluruh umat Hindu untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut Nyepi 2026. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sarana upacara, tetapi juga kesiapan spiritual dalam menjalankan Catur Brata Penyepian secara penuh dan bermakna. Dengan kepastian jadwal yang telah ditegaskan, umat diharapkan dapat menyusun agenda adat dan keagamaan secara lebih terencana. PHDI juga mengingatkan pentingnya menjaga esensi Nyepi sebagai hari suci yang mengedepankan kedamaian, keharmonisan, dan introspeksi diri, baik bagi umat Hindu maupun masyarakat Bali secara umum. Penegasan jadwal Nyepi 2026 ini sekaligus menjadi wujud komitmen PHDI Bangli dalam menjaga ketertiban kehidupan beragama serta memastikan bahwa tradisi sakral Bali tetap lestari dan dijalankan sesuai tuntunan leluhur di tengah dinamika kehidupan modern.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *