oleh

Pemerintah Terus Pantau Pelemahan Rupiah, Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Kuat

-Berita-15 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah menegaskan terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Langkah pemantauan dilakukan secara intensif melalui koordinasi antara berbagai lembaga ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi dinamika nilai tukar tersebut. Menurutnya, koordinasi terus dilakukan antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memonitor kondisi pasar dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan.

banner 336x280

“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

Meski nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan, pemerintah meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang kuat. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi utama yang tetap menunjukkan kinerja positif, termasuk pertumbuhan ekonomi yang terjaga serta tingkat inflasi yang relatif terkendali.

Pemerintah berharap koordinasi yang erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan dapat menjaga stabilitas pasar serta meningkatkan kepercayaan investor. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, stabilitas ekonomi nasional dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan Indonesia terhadap berbagai gejolak eksternal.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *