oleh

Hujan Lebat Rendam 47 Rumah Warga Pancasari, Banjir Capai Satu Meter

-Berita-12 Dilihat
banner 468x60

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu, 11 Januari, menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga. Berdasarkan data sementara, sebanyak 47 rumah terdampak genangan air dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun secara terus-menerus sejak siang hari, sehingga sistem drainase dan saluran irigasi di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air yang meningkat secara cepat. Peristiwa ini sempat membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kepanikan, terutama bagi keluarga yang rumahnya berada di titik terendah kawasan permukiman.

Banjir dilaporkan berlangsung sekitar satu jam sebelum air mulai berangsur surut. Meski relatif singkat, genangan air yang cukup tinggi menyebabkan air masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan, peralatan elektronik, serta bahan makanan. Sejumlah warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan, terutama anak-anak dan lansia. Warga mengaku banjir datang cukup cepat, dipicu oleh meluapnya aliran air dari saluran irigasi dan limpasan air hujan dari kawasan sekitar. Kondisi ini membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga sebelum air masuk ke rumah. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, meskipun kerugian material masih dalam proses pendataan.

banner 336x280

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng bersama aparat desa dan warga setempat langsung melakukan penanganan pascabanjir. Setelah air surut, petugas BPBD dibantu masyarakat bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material yang terbawa arus banjir. Pembersihan difokuskan pada rumah-rumah warga yang terdampak paling parah serta akses jalan lingkungan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. BPBD juga melakukan asesmen awal untuk memastikan kondisi bangunan aman ditempati serta mendata kebutuhan mendesak warga yang terdampak. Sejumlah warga menyampaikan kebutuhan akan bantuan alat kebersihan dan logistik ringan untuk mendukung proses pemulihan pascabanjir.

Salah satu penyebab utama banjir di Desa Pancasari diduga berkaitan dengan kondisi saluran irigasi yang mengalami penyempitan dan kerusakan di beberapa titik. Debit air yang meningkat akibat hujan lebat tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga meluap ke kawasan permukiman. Hingga saat ini, perbaikan saluran irigasi masih dalam proses penanganan oleh pihak terkait. Pemerintah desa bersama instansi teknis berkoordinasi untuk melakukan normalisasi saluran agar kejadian serupa tidak terulang, terutama mengingat wilayah Pancasari berada di kawasan dengan curah hujan cukup tinggi. Selain itu, evaluasi terhadap sistem drainase lingkungan juga dinilai perlu dilakukan sebagai langkah mitigasi jangka menengah dan panjang.

BPBD Buleleng mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran air dan sungai kecil, serta segera melapor kepada aparat desa atau petugas apabila terjadi peningkatan debit air yang tidak wajar. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, mengingat perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu. Dengan sinergi antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan dan proses pemulihan di Desa Pancasari dapat berjalan lebih cepat. Peristiwa banjir ini menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur dan kesadaran kolektif sangat penting dalam menghadapi ancaman bencana, terutama di wilayah dengan karakteristik geografis dan iklim yang rentan terhadap curah hujan tinggi.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *